Senin, Oktober 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

Novita J. Kiraman
4 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan Investasi Bencana. FOTO: WALHI GORONTALO

WALHI Gorontalo melihat situasi Sumatera sebagai gambaran jelas tentang kondisi di wilayahnya sendiri. Sejak 2024, Gorontalo telah berada dalam status darurat bencana ekologis, sebagaimana dilaporkan VOA Indonesia. Dalam periode 2017-2021, Forest Watch Indonesia mencatat hilangnya 33.492 hektare hutan akibat ekspansi tambang dan perkebunan.

Serangkaian bencana juga terus terjadi, salah satunya pada Juli 2024 ketika banjir dan longsor melanda Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango, memengaruhi 36.100 jiwa. Longsor di Suwawa Timur merenggut 27 nyawa, 15 orang hilang, dan 283 selamat, sesuai rilis WALHI Gorontalo 2024.

Berbagai laporan media seperti DariLaut dan Betahita menunjukkan bahwa 63 persen lahan Gorontalo kini dikuasai korporasi ekstraktif. Konsesi industri selalu berada di kawasan hulu DAS dengan kemiringan ekstrem, memperbesar risiko kerusakan lingkungan.

Merespons kondisi genting tersebut, WALHI Gorontalo menyampaikan delapan tuntutan utama, yakni:

  1. Solidaritas Penuh untuk Korban Sumatera: Seruan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, komunitas, dan organisasi rakyat di Gorontalo untuk menggalang solidaritas kemanusiaan bagi korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
  2. Pemerintah harus mengevaluasi secara menyeluruh rencana mitigasi bencana di Gorontalo, Sumateera dan seluruh wilayah lain di Indonesia. Mitigasi berarti memulai dengan mengidentifikasi penyebab bencana ekologis dari akarnya.
  3. Moratorium Seluruh Izin Ekstraktif di Provinsi Gorontalo, meliputi pertambangan mineral, perkebunan skala luas, dan Hutan Tanaman Energi di kawasan hulu dan zona rawan bencana, disertai audit lingkungan menyeluruh.
  4. Pencabutan Izin Perusahaan yang Merugikan, khususnya izin yang wilayah konsesinya terbukti menjadi pemicu bencana dan merusak daya dukung lingkungan.
  5. Hentikan Kebijakan Ekspansi Korporasi, termasuk larangan RUU Minerba yang akan memperluas kontrol korporasi, dan revisi Kebijakan Agropolitan Berbasis Jagung di Gorontalo yang mendorong alih fungsi lahan besar-besaran dan memiskinkan petani.
  6. Penegakan Hukum terhadap Korporasi Ekstraktif, atas dasar kejahatan lingkungan dan pertanggungjawaban eksternalitas bencana (biaya pemulihan dan kompensasi korban harus dibebankan pada korporasi, bukan negara/rakyat).
  7. Pemulihan Ekologis Menyeluruh Provinsi Gorontalo, meliputi rehabilitasi hutan dan lahan kritis di hulu, perlindungan wilayah kelola rakyat, dan revisi tata ruang yang mencegah degradasi lingkungan lebih lanjut.
  8. Berhenti Menyalahkan Hujan dan Alam, serta mengakui secara resmi bahwa banjir, banjir bandang, dan longsor di Gorontalo dan tempat lain adalah bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan terstruktur dan kebijakan negara yang abai.

WALHI juga menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi. Model ekonomi ekstraktif, menurut WALHI, telah mencapai ambang batas daya dukung alam dan jika dibiarkan, bencana ekologis akan terus berulang.

“Duka Sumatera adalah luka Gorontalo,” ujar WALHI. Dan jika tidak ada perubahan kebijakan, duka ini akan menjadi krisis nasional yang lebih besar.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: Bencana SumateraDarurat EkologisWALHI Gorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

FMIPA UNG dan Balai Perhutanan Sosial KLHK RI Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Program Perhutanan Sosial

Next Post

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

Postingan Terkait

1 Miliar Ton Makanan Terbuang Sia-sia

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

5 Oktober 2026
Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

5 Oktober 2026

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Bibit Siklon Tropis 94W Berada di Dekat Kepulauan Marshall

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

Typhoon Nolo’s Long Path: Moving from the Eastern Pacific Toward Southern Japan in the Northwest Pacific

Next Post
Bibit Siklon Tropis 93W Terletak di Utara Yap

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

TERBARU

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Bibit Siklon Tropis 94W Berada di Dekat Kepulauan Marshall

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

AmsiNews

REKOMENDASI

Manfaat Kulit Ikan Bagi Kesehatan

Menteri Susi Minta Masyarakat Aktif Mencegah Penyelundupan Perikanan

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Barat Manila Filipina

Dekan FIS UNG Melepas Mahasiswa Magang Jurnalistik MBKM Mandiri

SNPMB Tahun 2026 Melalui 2 Jalur, Ketua Umum Imbau Sekolah dan Calon Mahasiswa Serius

Apa Saja Momen Lingkungan Tahun 2024?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.