Direktur Jenderal ECMWF, Florence Rabier, mengatakan di bawah kepemimpinan Komisi Eropa, ECMWF telah menerapkan Layanan Perubahan Iklim Copernicus selama lebih dari 10 tahun dan memperkenalkan laporan Keadaan Iklim Eropa pada tahun 2018. Ini merupakan alat penting untuk memantau perubahan iklim.
“Laporan tahun 2024 mengungkap hampir sepertiga jaringan sungai melampaui ambang batas banjir yang tinggi, dan tekanan panas terus meningkat di Eropa, menyoroti pentingnya membangun ketahanan yang lebih besar,” kata Rabier, mengutip siaran pers WMO.
“Dengan 51% kota-kota Eropa sekarang memiliki rencana adaptasi iklim khusus, ini menggarisbawahi nilai informasi kami, yang berakar pada keunggulan ilmiah, untuk mendukung pengambilan keputusan seputar adaptasi iklim dengan lebih baik.”
Direktur Layanan Perubahan Iklim Copernicus di ECMWF, Carlo Buontempo, mengatakan 2024 adalah tahun terpanas yang pernah tercatat untuk Eropa.
“Kami mengamati gelombang panas terpanjang di Eropa tenggara dan mencatat kehilangan massa gletser di Skandinavia dan Svalbard,” ujarnya.
Akan tetapi 2024 juga merupakan tahun kontras iklim yang mencolok antara Eropa timur dan barat. Keadaan Iklim Eropa adalah harta karun informasi berkualitas tentang perubahan iklim kita. Mempelajari bagaimana menggunakan data dan informasi iklim untuk menginformasikan keputusan kita harus menjadi prioritas bagi kita semua, kata Buontempo.




