Zahedi mengatakan berinvestasi dalam adaptasi untuk menghadapi El Niño adalah langkah yang sangat masuk akal dan jelas manfaatnya.
“Saat ini, kita memiliki peluang emas untuk bertindak,” ujar Zahedi.
Bagi FAO, investasi tersebut bukan sekadar upaya melindungi sektor pertanian dari guncangan iklim, melainkan juga tentang memanfaatkan sektor pertanian itu sendiri sebagai bagian dari solusi.
“Kami tidak hanya memosisikan mereka sebagai pihak yang terdampak atau menjadi korban, melainkan menunjukkan bahwa mereka memiliki solusi,” ujar Zahedi.
Memulihkan lahan yang terdegradasi, memperluas agroforestri, serta menjadikan peternakan dan akuakultur lebih berkelanjutan, menurut Zahedi, dapat memperkuat ketahanan sekaligus mendukung ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, dan upaya pengurangan emisi.
“Tidak ada investasi yang lebih baik bagi iklim, ketahanan pangan—dan mungkin juga keanekaragaman hayati—selain solusi sistem pangan pertanian.”
Kedatangan El Niño dari Pasifik Khatuliswa yang memengaruhi iklim global ribuan kilometer dapat dideteksi. El Niño semakin menguat di saat kondisi suhu yang sudah lebih panas, menjadi ujian bagi kemampuan dunia beradaptasi dengan perubahan iklim.




