Menurut rumusan FAO, persiapan menghadapi El Niño merupakan bentuk adaptasi iklim dengan tenggat waktu yang lebih singkat.
Namun, dana yang mengalir ke sistem pertanian dan pangan justru semakin berkurang.
Analisis FAO yang akan segera dirilis menunjukkan bahwa pendanaan pembangunan terkait iklim untuk sistem pertanian dan pangan turun sebesar 10 persen pada tahun 2024, menjadi 26,9 miliar dolar AS.
Sektor tanaman pangan, peternakan, kehutanan, dan perikanan hanya menerima sekitar lima persen dari total pendanaan pembangunan terkait iklim.
Di Afrika, pendanaan semacam itu turun sebesar 20 persen, padahal total pendanaan pembangunan terkait iklim untuk benua tersebut justru meningkat.
“Belum cukup banyak dana yang disalurkan ke sektor-sektor produktif dan upaya membangun ketahanan tersebut,” kata Zahedi.
“Hal ini perlu ditingkatkan jika kita ingin menjaga ketahanan pangan, terutama pada tahun terjadinya El Niño.”
Sebelum Krisis Berikutnya Tiba
Argumen tersebut akan dibawa oleh para pemimpin dunia ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Markas Besar PBB pada hari Rabu, di mana isu adaptasi dan pendanaan diperkirakan akan menjadi topik utama.
El Niño menambah urgensi dalam perdebatan ini. Kedatangannya tidak dapat dicegah, namun banyak dampak yang mungkin ditimbulkannya sudah dapat dipetakan; dan di beberapa wilayah yang paling berisiko, pemerintah masih memiliki waktu beberapa bulan untuk mengambil tindakan.




