“Akan menjadi kegagalan yang luar biasa jika kita sudah melihat krisis ini akan datang dan mendengar prediksi dari para ahli, namun tetap menyia-nyiakan kesempatan untuk melindungi masyarakat yang berada di jalur dampaknya,” kata Fletcher.
Ia menekankan bahwa sekitar 50 juta orang terancam mengalami kelaparan yang lebih parah akibat fenomena cuaca ini.
Ia juga mengutip perkiraan Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank) yang menyebutkan bahwa dampak tersebut akan menelan biaya antara 10 hingga 20 miliar dolar AS bagi negara-negara Afrika, “serta menurunkan PDB mereka sebesar satu hingga dua persen.”
Suntikan Dana PBB
Untuk mendukung upaya ketahanan, pejabat tinggi bantuan PBB mengumumkan telah mengucurkan lebih dari 50 juta dolar AS dari Dana Tanggap Darurat Pusat (Central Emergency Response Fund) guna membantu 11 negara yang berada di garis depan, termasuk Chad, El Salvador, Ethiopia, Somalia, dan Sudan Selatan.
Dampak jangka panjangnya “akan terasa selama berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun ke depan,” lanjut Fletcher. Ia juga menyoroti tekanan tambahan terhadap sistem kemanusiaan akibat gangguan rantai pasok global di Selat Hormuz dan Laut Hitam—yang masing-masing terkait dengan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta invasi skala penuh Rusia ke Ukraina.




