Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

redaksi
2 Juli 2019
Kategori : Berita
0
Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

PENANGKAPAN ikan dengan cara merusak, destructive fishing, masih menjadi masalah utama di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Perairan pulau yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia ini, sangat rawan kegiatan ilegal, khususnya pasokan bahan baku pembuat bom ikan, yakni pupuk matahari.

Bahan pembuat bom ikan ini, dijual bebas di Malaysia, sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Harga pupuk matahari ini per sak, dengan berat 10 kilogram 50 ringgit.

Pupuk matahari ini disalahgunakan sebagai bahan pembuat bom ikan. Dengan menggunakan sumbu, bahan ini disambungkan dengan detonator sebagai pemicu ledakan.

Terdapat dua lokasi utama yang didatangi untuk membeli pupuk matahari di Sabah, Malaysia. Seperti di Semporna dan Tawau.

Untuk menghalau masuknya bahan pembuat bom ikan ini ke perairan Indonesia, Satuan Pengawas (Satwas) Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Nunukan telah melakukan operasi.

“Kendala kami wilayah gerak sangat terbatas. Kami tidak bisa masuk melewati perbatasan untuk pengoperasian,” kata Jumadi, staf Satwas SDKP Nunukan di Sebatik, Selasa (2/7).

Satwas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Nunukan di Sebatik. FOTO: DARILAUT.ID

Pengguna bahan bom ikan dari pupuk matahari ini, terutama dari Sulawesi.

Selain bahan pembuat bom tersebut, terdapat pula lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengeboman ikan di wilayah perairan Sebatik.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bom Ikandestructive fishingPerbatasan Indonesia - MalaysiaSKPT Sebatik
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Juni 2019, Daya Beli Nelayan Membaik

Next Post

Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Empat Dekade Pemutihan Karang Karena Gelombang Panas Laut

Ini Peristiwa Paus Bryde yang Menghebohkan di Tahun 2019

Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Laut dan Vegetasi Pesisir Mampu Menyerap 25 Persen Emisi Karbon

Kapal Terbakar di Banggai Laut, Delapan Meninggal Dunia

Hidrogeologi Indonesia, 60 Persen Kebutuhan Dari Air Tanah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.