Rabu, April 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

redaksi
2 Juli 2019
Kategori : Berita
0
Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

PENANGKAPAN ikan dengan cara merusak, destructive fishing, masih menjadi masalah utama di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Perairan pulau yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia ini, sangat rawan kegiatan ilegal, khususnya pasokan bahan baku pembuat bom ikan, yakni pupuk matahari.

Bahan pembuat bom ikan ini, dijual bebas di Malaysia, sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman. Harga pupuk matahari ini per sak, dengan berat 10 kilogram 50 ringgit.

Pupuk matahari ini disalahgunakan sebagai bahan pembuat bom ikan. Dengan menggunakan sumbu, bahan ini disambungkan dengan detonator sebagai pemicu ledakan.

Terdapat dua lokasi utama yang didatangi untuk membeli pupuk matahari di Sabah, Malaysia. Seperti di Semporna dan Tawau.

Untuk menghalau masuknya bahan pembuat bom ikan ini ke perairan Indonesia, Satuan Pengawas (Satwas) Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Nunukan telah melakukan operasi.

“Kendala kami wilayah gerak sangat terbatas. Kami tidak bisa masuk melewati perbatasan untuk pengoperasian,” kata Jumadi, staf Satwas SDKP Nunukan di Sebatik, Selasa (2/7).

Satwas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Nunukan di Sebatik. FOTO: DARILAUT.ID

Pengguna bahan bom ikan dari pupuk matahari ini, terutama dari Sulawesi.

Selain bahan pembuat bom tersebut, terdapat pula lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengeboman ikan di wilayah perairan Sebatik.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bom Ikandestructive fishingPerbatasan Indonesia - MalaysiaSKPT Sebatik
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Juni 2019, Daya Beli Nelayan Membaik

Next Post

Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Postingan Terkait

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

15 April 2026
AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

15 April 2026

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Next Post
Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Komentar tentang post

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Kamera Jebakan untuk Memantau Maleo di Tangkoko

Anak Orca J-Pod Dalam Kondisi Memprihatinkan

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Angin Kencang Menghantam Pesisir Hong Kong, Topan Super Saola Membawa Gelombang Badai dan Hujan Deras

Perekonomian Provinsi Gorontalo Tahun 2024 Terendah di Pulau Sulawesi

Ribuan Nelayan Labuan Bajo Kesulitan Es

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.