Darilaut – Bibit siklon tropis 90S (Tropical Low 28U) saat ini terletak di selatan Nusa Tenggara, Samudra Hindia, pada Kamis (5/3). Sistem ini dapat membawa hujan dan gelombang laut tinggi.
Bibit siklon 90S telah bergerak ke arah timur dengan kecepatan 35 km per jam (19 knot) dan secara bertahap diperkirakan bergerak ke arah tenggara.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal Jumat 6 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Angin Kencang di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi Gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Flores.
Tinggi Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4 m) di Samudra Hindia barat Lampung hingga DI Yogyakarta dan Laut Sawu.
Tinggi Gelombang kategori Sangat Tinggi (4 – 6 m) di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, kata BMKG.
Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon 90S diprakirakan mengalami penurunan. Hal ini ditandai dengan kecepatan angin 35 knot (65 km/jam) dan tekanan meningkat menjadi 998 hPa (hektopaskal).
Demikian juga dalam 48 jam ke depan, bibit 90S juga diprakirakan akan terus melemah dengan kecepatan angin yang semakin menurun menjadi 30 knot (55 km per jam).
Sementara dalam 72 jam ke depan, bibit siklon 90S diprakirakan akan menghilang dan punah. Secara umum, potensi bibit 90S menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori peluang sedang, sementara dalam 48 jam ke depan dalam kategori peluang rendah.
Selain itu, adanya interaksi dengan bibit 93S juga turut menghambat pertumbuhan lebih lanjut bibit 90S.
Menurut JTWC interaksi dengan medan angin 93S menyebabkan belokan yang lebih tajam ke arah tenggara dan akhirnya menghentikan pergerakan 90S di sebelah barat Pulau Browse.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia mengatakan Tropical Low 28U mengemas angin berkelanjutan di dekat pusat 85 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 120 kilometer per jam.
Sistem bergerak ke timur dengan kecepatan 31 kilometer per jam.
Angin kencang kemungkinan akan terus berlanjut di utara sistem dan memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis hari ini.
28U diperkirakan akan melemah pada hari Jumat saat bergerak ke selatan dan berinteraksi dengan Tropical Low 30U, kata Biro Meteorologi.
