Darilaut – Bibit Siklon Tropis 93W saat ini masih berkemban di Laut Filipina, Samudra Pasifik, Senin (30/5). Sistem ini juga membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Laut Sulawesi hingga Filipina bagian selatan dan di Filipina bagian tengah.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini Senin (30/5) pukul 14.24 WIB. Pusat tekanan rendah berada di Samudra Hindia selatan Lampung yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia selatan Banten.
Daerah konvergensi lain, menurut Deputi Bidang Meteorologi, terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Selat Malaka, di Samudra Hindia barat Bengkulu. Dari perairan selatan hingga utara Jawa Tengah, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Karimata hingga Kalimantan bagian utara.
Kemudian, dari Laut Bali hingga Samudra Hindia selatan NTB, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Sulawesi bagian tengah, dari Selat Makassar hingga Kalimantan Utara, dan di Papua Barat.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Sebelumnya, Bibit Siklon Tropis 92S yang terpantau di Samudera Hindia, membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Bengkulu hingga Lampung dan dari Banten hingga Jawa Barat serta membentuk daerah konfluensi di perairan barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat.
Sistem ini juga menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Samudra Hindia selatan Jawa Barat-Jawa Tengah.
93W dan 92S
Layanan satelit Zoom.earth, menginformasikan bibit siklon tropis 93W, dengan kecepatan angin 30 km per jam dan tekanan udara minimum 1008 hPa.
Sistem ini sudah berada di timur laut Kota Davao, Filipina atau utara timur laut Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama (JTWC) dalam 24 jam ke depan 91P memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis.
Gambar satelit menunjukkan konveksi yang tidak teratur dan bertahan dengan LLC yang tidak terorganisir dengan baik.
Sistem ini akan bergerak secara umum ke barat laut selama 2 hari ke depan. Angin permukaan sekitar 30-35 km per jam (15-20 knot). Tekanan permukaan laut minimum mendekati 1008 mb.
Sementara gangguan tropis 92S di Samudra Hindia dengan dengan kecepatan angin 55 km per jam dan tekanan udara minimum 1004 hPa.
Menurut JTWC citra inframerah menunjukkan sistem yang luas dan tidak teratur dengan konveksi yang dalam ke timur, dengan geseran angin barat laut sedang hingga kuat.
Radar menunjukkan medan angin yang sangat asimetris dengan kecepatan angin 55-65 km per jam (30-35 knot) di tepi timur dan selatan.
Model prakiraan menunjukkan sistem subtropis ini perlahan-lahan akan bergerak ke arah tenggara melewati barat laut Australia selama dua hari ke depan dengan pelemahan bertahap.
Sistem ini pada Senin (30/5) berada di barat barat laut Port Hedland Australia Barat atau selatan Jawa Timur.
