Prediksi BMKG, dalam 24 – 48 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan akan cenderung persisten baik pola sirkulasi maupun kecepatan angin maksimumnya dengan arah gerak perlahan ke barat.
Prediksi 48 – 72 jam ke depan beberapa model memiliki prediksi yang berbeda, sebagian memprediksi sistem ini melemah ditunjukkan dengan pola sirkulasi yang tidak terlihat, hanya berupa belokan angin.
Namun, terdapat model yang menunjukkan peningkatan kecepatan angin dan pola sirkulasi yang semakin baik dengan pergerakan ke arah barat laut.
Secara umum, menurut BMKG, sistem ini masih terhambat oleh vertical shear yang kuat dan udara kering di lapisan menengah, namun dengan aktivitas gelombang equator di sekitar sistem memberikan pengaruh yang dapat mendukung pertumbuhan sistem.
Bibit Siklon Tropis 97S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Banda, Laut Flores, perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Babar & Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafura bagian utara.
Tinggi gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat, tengah dan timur, kata BMKG.




