Bibit Siklon Tropis 98S Dapat Membawa Hujan Lebat di Bengkulu Hingga Jawa Barat, Gelombang Laut 4 Meter

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 98S (Tropical Low 19U) saat ini terletak di selatan Jawa Barat atau dekat Pulau Christmas, Australia, Samudra Hindia. Sistem ini dapat membawa hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia dan gelombang laut tinggi empat meter.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 98S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia.

Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, Banten dan Jawa Barat.

Tinggi Gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Selat Sunda. Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, perairan selatan Banten hingga NTT, Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.

Tinggi Gelombang kategori Sangat Tinggi (4,0 – 6,0 m) di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, kata BMKG.

Menurut Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia, 19U berada di Samudra Hindia dekat Pulau Christmas hari ini Rabu (28/1), dan bergerak ke arah tenggara.

Tekanan rendah tersebut dapat melewati selatan Pulau Christmas pada hari ini atau selama Kamis (29/1), membawa peningkatan curah hujan.

19U memiliki risiko rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis antara hari Kamis dan Sabtu, kata Biro Meteorologi.

Selama akhir pekan Biro Meteorologi memperkirakan tekanan rendah tersebut akan bergerak di lingkungan yang kurang menguntungkan, kemudian melemah.

BMKG mengatakan bibit siklon tropis 98S terbentuk pada 28 Januari 2026 pukul 01.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center Jakarta.

Analisis hari ini sistem mengemas kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 20 knot (37 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1008 hPa (hektopaskal), kata BMKG.

Pengamatan BMKG melalui citra satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif bersifat fluktuatif, dengan area dense overcast masih bersifat sporadis dan dominan di barat laut sistem.

Selain itu, pengaruh sirkulasi bibit siklon tropis 98S juga tampak pada wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, yang memicu pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut.

Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot dengan arah pergerakan ke arah tenggara. Dalam 48–72 jam ke depan, sistem berpotensi melemah karena memasuki wilayah yang kurang mendukung untuk perkembangan lebih lanjut dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15-20 knot.

Secara umum, menurut BMKG, potensi bibit siklon tropis 98S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori Rendah.

Exit mobile version