Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan, Gorontalo terletak di zona tektonik aktif yang perlu diwaspadai.
“Keberadaan sesar aktif di daratan sangat penting untuk dipahami guna mengurangi risiko yang mungkin timbul dari gempa bumi,” ujarnya.
Penelitian ini didanai sepenuhnya oleh World Bank melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai keaktifan zona sesar di Gorontalo dan menjadi acuan bagi langkah-langkah mitigasi bencana di masa depan.




