BMKG Pasang Peralatan Sistem Peringatan Dini di KPI

Gempa dan tsunami, Sulawesi Tengah 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memasang peralatan sistem informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Launching peralatan diseminasi Warning Receiver System (WRS) New Generation tersebut berlangsung secara virtual Kamis (25/6).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bagi BMKG, KPI bukan hanya sebagai mitra kerja, tetapi juga mitra kunci dalam menjamin diseminasi informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami.

Launching WRS NewGen di kantor KPI ini merupakan momen penting bagi (BMKG), untuk menjamin diseminasi informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami diterima masyarakat yang berada di daerah rawan gempabumi dan tsunami yang merupakan last mile dari rantai peringatan dini tsunami,” katanya.

Menurut Dwikorita, fungsi kontrol dari KPI dalam pengawasan konten penyiaran dari seluruh Lembaga Siar yang ada di Indonesia menjadi sangat penting dalam menindaklanjuti amanat UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Dalam pasal 34 ayat (2) menyebutkan lembaga penyiaran harus menyediakan alokasi waktu untuk menyebarluaskan peringatan dini meteorologi, klimatologi dan geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, demi menjamin tersedianya informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, BMKG telah memasang peralatan Warning Receiver System di 17 Lembaga Penyiaran.

Namun, menurut Dwikorita, info gempa dan tsunami BMKG yang diteruskan kepada media siar melalui peralatan WRS tersebut hanya dimanfaatkan dan direspon oleh segelintir lembaga penyiaran saja.

“Kami mengamati masih banyak lembaga penyiaran yang mengabaikan info BMKG yang sudah terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan tersebut dengan tidak segera merespon untuk menyiarkannya baik melalui stop press maupun running text. Padahal, reaksi cepat lembaga penyiaran terhadap info gempa dan peringatan dini tersebut sangat berguna untuk menyelamatkan banyak nyawa,” kata Dwikorita.

BMKG memerlukan dukungan KPI dalam pengawasan lembaga penyiaran untuk menjalankan fungsinya sebagai mata rantai peringatan dini untuk memastikan informasi BMKG dapat segera diterima oleh masyarakat luas.

“Untuk itu pada tahun ini, BMKG memasang peralatan WRS NewGen di kantor KPI, yang fungsinya tidak hanya untuk dapat segera menerima info gempa dan peringatan dini tsunami BMKG secara cepat, tetapi juga merupakan perangkat pendukung dalam melakukan pengawasan penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami oleh seluruh media siar di Indonesia,” ujar Dwikorita.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, alat pemantauan peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang dipasang di KPI Pusat menjadi acuan dalam memantau penyampaian informasi peringatan dini gempabumi dan tsunami di lembaga penyiaran.

Informasi peringatan dini sangat penting untuk disampaikan sesegera mungkin ke publik melalui lembaga penyiaran agar dapat menyelamatkan banyak nyawa minimal dalam bentuk running text atau stop press.

Rahmat mengatakan, setelah ini tidak ada alasan bagi lembaga penyiaran tidak menyiarkan info ini karena alat tersebut sudah terpasang di KPI.

Selama ini, respon dari lembaga penyiaran kadang kurang cepat menyikapi data peringatan dini. Harusnya setiap ada peringatan dini tsunami, apakah ada siaran bola langsung atau iklan harus segera disampaikan melalui stop press. Pasalnya, informasi ini sangat penting untuk keselamatan masyarakat.

KPI akan memantau lembaga penyiaran dalam meneruskan informasi tentang peringatan dini dan mitigasi bencana ke masyarakat.*

Exit mobile version