Penanganan kekeringan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bone Bolango, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran, kata HIfny.
“Kami terus berupaya memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih,” ujarnya.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh. Tahir Laendeng, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat.
Selain mendistribusikan air bersih, tim juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses penanganan.
Di Desa Batu Hijau, akses menuju beberapa titik permukiman tidak dapat dilalui kendaraan tangki air sehingga distribusi bantuan harus dilakukan dengan strategi khusus. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya sumber air bersih PDAM Uwabanga yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pasokan air bagi masyarakat setempat.
Untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, operasi kemanusiaan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi. Tim terdiri atas tiga personel BPBD Provinsi Gorontalo, satu personel BPBD Kabupaten Bone Bolango, satu personel Balai Wilayah Sungai (BWS), serta dua personel Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo yang didukung satu unit armada mobil tangki air bersih.




