Intinya, kata Nur Tri Aries, ini merupakan sarana mendorong riset eksploratif dan layanan kemitraan riset baik dalam maupun luar negeri, sehingga output yang dihasilkan menjadi bukti dan kontribusi riset kelautan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Rektor Unpatti Saptenno mengatakan ujung tombak keunggulan akademik Unpatti dalam bidang kelautan dan perikanan. Dengan adanya tambahan fasilitas sarana tersebut akan sangat membantu mahasiswa dalam kegiatan praktik lapangan.
Saptenno mengharapkan dukungan dari BRIN dalam membantu kegiatan di bidang kelautan. Unpatti membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadikan dan menghasilkan riset dan inovasi yang lebih unggul, kerja sama penelitian laut dalam ini sangat penting untuk pembangunan Indonesia dan kemajuan khususnya di Maluku.
Sementara itu, Balai Bio Industri (BBIL), Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian – BRIN menyelenggarakan fungsi penerapan dan pengembangan teknologi budidaya dan pasca panen biota laut, termasuk biota laut.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi tersebut, BRIN melengkapi fasilitas berupa Gedung Balai Bio Industri Laut yang diresmikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko di Lombok Rabu (3/11).
“BBIL merupakan salah satu unit riset di BRIN yang memiliki keunikan sebagai Center of Excellence pengembangan produk dari sumber daya laut Indonesia,” kata Handoko.





Komentar tentang post