Pembangunan secara total laboratorium dan fasilitas riset di BBIL ini diharapkan dapat memicu inovasi produk laut melalui riset terkini. Ke depan BBIL diharapkan dapat menjadi pusat dan acuan tidak hanya bagi riset nasional tetapi juga regional dengan penambahan SDM unggul berkualifikasi tinggi di bidangnya.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa mengatakan, hasil-hasil kajian budidaya dan pasca panen biota laut yang dikembangkan oleh BBIL sebagian telah siap untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat.
BBIL diharapkan dapat menjadi media transfer teknologi khususnya di bidang budidaya dan pasca panen biota laut yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan dunia perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di wilayah NTB. Hal ini yang melatarbelakangi dibangunnya fasilitas gedung Balai Bio Industri Laut.
Menurut Kepala Balai Bio Industri Laut BRIN, Ratih Pangestuti, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya sosialisasi guna meningkatkan kerjasama antara Balai Bio Industri Laut dengan seluruh stakeholder terkait di masa yang akan datang.
“Selain itu, melalui kegiatan peresmian fasilitas ini, BRIN dapat memperoleh tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah, akademisi, instansi terkait dan masyarakat umum dalam pengembangan peran Balai Bio Industri Laut ke depan,” kata Ratih.





Komentar tentang post