Selain mooring, ekspedisi ini juga memanfaatkan VMP yang menjadi satu-satunya instrumen sejenis di Asia Tenggara untuk mengukur turbulensi vertikal, yang berperan penting dalam distribusi nutrien di kolom air. IMPOLSE 2025 turut mengintegrasikan riset lintas disiplin, termasuk kajian mikroplastik, biofouling, serta mikrobiologi degradasi mikroplastik.
Dalam rangka penguatan kapasitas sumber daya manusia, sejumlah mahasiswa dari University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dilibatkan secara aktif dalam ekspedisi ini. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen alih pengetahuan dan pembangunan kapasitas riset generasi muda.
Melalui pelaksanaan IMPOLSE 2025, BRIN dan IOCAS berharap dapat menghasilkan basis data laut dalam beresolusi tinggi yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kelautan, pemodelan iklim, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, baik di Indonesia maupun kawasan Asia.




