Darilaut – Desa Torosiaje, sebuah perkampungan terapung yang menjadi ikon budaya Kabupaten Pohuwato, kembali menarik perhatian melalui hadirnya program kolaboratif bertajuk Echoes of Tomini. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi serta Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato sebagai mitra strategis.
Mengusung tema “Revitalizing Coastal Ecosystems through Education, Culture and Tourism”, Echoes of Tomini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial. Program ini menjadi representasi komitmen mahasiswa dalam membangun sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga serta mengembangkan potensi ekosistem pesisir Teluk Tomini, khususnya di Desa Torosiaje.
Pemilihan Desa Torosiaje sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat strategis. Wilayah ini dikenal memiliki kekayaan budaya, sosial, dan lingkungan yang khas, sekaligus menyimpan potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata bahari, pendidikan berbasis lokal, perikanan berkelanjutan, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Keunikan kehidupan masyarakat di atas air menjadikan Torosiaje tidak hanya sebagai aset daerah, tetapi juga sebagai laboratorium sosial dan budaya yang bernilai tinggi.




