Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh berbasis Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Hal ini sebagai upaya mitigasi banjir rob (pesisir).
BRIN mendorong pemerintah daerah memanfaatkan data geoinformatika sebagai dasar dalam merancang strategi mitigasi banjir rob yang lebih preventif.
Berbagai langkah dapat disusun berdasarkan bukti ilmiah, mulai dari penguatan tanggul, peningkatan sistem drainase, rehabilitasi ekosistem mangrove, pengendalian pemanfaatan air tanah, hingga penyesuaian tata ruang wilayah pesisir.
Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan banjir rob dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi mitigasi jangka panjang yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Teknologi ini memungkinkan pemantauan penurunan muka tanah secara akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pesisir yang lebih tepat sasaran.
Hasil riset tersebut dipaparkan Pusat Riset Geoinformatika BRIN dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kabupaten Subang pada Kamis (2/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai temuan ilmiah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.




