Darilaut – Floresa.co, media independen di Labuan Bajo menggalang donasi untuk warga korban gempa magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi.
Dalam enam hari, hingga Jumat (21/8) malam, Floresa berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 669 juta.
Setelah peristiwa gempa dahsyat yang diikuti dengan tsunami dan gempa susulan ribuan kali, Floresa tetap menjalankan tugas jurnalistik.
Namun, ada yang berubah. Sebagai media yang terus menginformasikan dan menyajikan fakta-fakta peristiwa gempa dan tsunami, Floresa mengambil peran penting untuk membantu warga korban secara langsung.
Gempa Flores berdampak luas di sejumlah kabupaten: korban meninggal dan luka-luka, ribuan keluarga kehilangan rumah, ratusan bangunan sekolah, puskesmas dan rumah ibadah rusak.
Untuk membantu penanganan cepat dan tepat, Floresa menghimpun informasi tentang kondisi lapangan dan kebutuhan mendesak langsung dari warga terdampak.
“Kami memutuskan mengubah arah kerja kami sejak 15 Agustus 2026. Kami tetap sebagai jurnalis, namun kami merasa ada yang lebih mendesak untuk menjadi fokus perhatian saat ini: bagaimana mengambil bagian dalam membantu sesama warga Flores yang sedang dalam kondisi darurat,” tulis floresa.co.



