Untuk menentukan lokasi yang perlu segera diverifikasi, sistem BRIN menyediakan indikator tingkat kepercayaan (confidence level) dan radius kemungkinan hasil pengelompokan (clustering). Semakin besar radius tersebut, semakin luas indikasi area yang terbakar.
Informasi hotspot BRIN telah dimanfaatkan sejumlah instansi, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian di Sumatera dan Kalimantan, Polri, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai wali data.
Selain itu, terdapat situs SiPongi https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/peta yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Situs ini dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan yang menyediakan data karhutla tahun ke tahun.



