Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

redaksi
6 September 2026
Kategori : Berita
0
BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Aplikasi hotspot.brin.go.id, Sistem pemantauan titik panas (hotspot) berbasis data satelit. GAMBAR: Hotspot.brin.go.id

Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan sistem untuk mendetekasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Aplikasi pemantauan titik panas (hotspot) berbasis data satelit tersebut mengolah data menjadi informasi titik panas dalam sekitar 30 menit sehingga potensi kebakaran dapat segera direspons sebelum meluas.

Data utama sistem hotspot BRIN saat ini berasal dari sensor VIIRS pada satelit Suomi NPP dan NOAA-20. Sensor tersebut menggantikan MODIS pada satelit Terra dan Aqua yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun dan mengalami penurunan akurasi deteksi, sehingga tidak lagi digunakan dalam sistem saat ini.

BRIN mengembangkan sistem tersebut melalui penjajakan pemanfaatan data satelit NOAA-21, penguatan stasiun bumi cadangan di Rancabungur sebagai penopang stasiun utama di Parepare, serta penyempurnaan metode penyaringan berbasis data historis untuk mengurangi kesalahan deteksi dalam mendukung mitigasi karhutla di Indonesia.

Data yang diterima stasiun bumi kemudian dikirim ke pusat pengolahan Cloud BRIN untuk diolah menjadi titik hotspot.

Data tersebut selanjutnya disaring untuk mengurangi kesalahan deteksi, seperti aktivitas industri, pertambangan batu bara, dan kawah gunung berapi, sebelum dikelompokkan dan ditampilkan pada dasbor.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINHotspotKebakaran Hutan dan Lahan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Next Post

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Postingan Terkait

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

24 Oktober 2026
Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Next Post
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

TERBARU

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemilu 2024 Tinggal 2000 Jam

Bersama Habib Husein Ja’far Ribuan Jemaah Lantunkan Zikir dan Selawat di Lapangan Rektorat UNG

Badai Tropis Peipah Mendarat di Jepang

Konser K-pop Menyatu dengan 40 Ribu Pramuka di Stadion Piala Dunia Seoul

Dua Kapal Rusak Mesin di Perairan Batam

2010, Ikan Raja Laut Coelacanth Ditemukan di Biak-Papua

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.