Misal, bagaimana publik ingin mengetahui persebaran Covid-19 di daerah mereka. Makin kuat proximity, makin dibutuhkan oleh publik.
“Proximity dan local content menjadi sangat penting pada masa sekarang,” katanya.
Dari pandemi ini pula, media ditantang mengemas local content dengan rasa nasional.
“Dari pandemi kita belajar banyak agar kita lebih fokus pada lokal content,” ujar Wens.
Wens berharap AMSI Jatim bersama stake holders digital yang lain ikut mengorkestrasi ekosistem digital. Antara lain untuk kampanye anti hoaks.
“AMSI harus mengambil tempat di situ, kampanye anti hoaks dan anti hate speech,” katanya.
Untuk diketahui, Konferwil ke-2 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan AMSI sebagai konstituen Dewan Pers menjelang akhir periode pertama kepengurusan AMSI Jatim menuju periode kepengurusan 2020-2023.
Tema ‘Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat’ dipilih sebagai bentuk kesiapan menyongsong era kolaborasi menghadapi kondisi media di tengah pandemi.
Pertemuan 3 tahunan ini sekaligus membahas program utama AMSI Jatim dalam penguatan dan upaya memajukan perusahaan media siber secara profesional.





Komentar tentang post