Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cahaya di Langit Indonesia Jejak Roket Cina Jielong-3

redaksi
13 April 2026
Kategori : Berita
0
Cahaya di Langit Indonesia Jejak Roket Cina Jielong-3

Objek bercahaya di langit Indonesia adalah roket Cina jenis Smart Dragon-3 (Jielong-3). FOTO: BRIN

Thomas menjelaskan bahwa roket Jielong-3 merupakan roket berbahan bakar padat yang mampu mencapai ketinggian hingga sekitar 500 kilometer. Dalam misi kali ini, roket tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit internet ke orbit sun-synchronous.

Fenomena cahaya yang tampak seperti melengkung dan memanjang di langit malam merupakan efek visual dari gas buang roket yang memantulkan cahaya matahari pada awal malam di atmosfer atas.

Kondisi ini membuat semburan gas tampak terang meskipun di permukaan Bumi sudah memasuki waktu malam.

Thomas juga menegaskan bahwa kejadian ini berbeda dengan fenomena sebelumnya yang terjadi pada awal April 2026, yang juga sempat terlihat di langit Indonesia.

Yang terjadi pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B, sedangkan yang terlihat pada 11 April ini adalah roket yang sedang diluncurkan, bukan benda jatuh, kata Thomas.

Menurut Thomas perbedaan utama dari kedua fenomena tersebut terletak pada prosesnya. Sampah antariksa biasanya terlihat terpecah dan terbakar saat memasuki atmosfer, sementara peluncuran roket akan terlihat semburan gas buang yang berintaraksi dengan atmosfer atas.

Fenomena seperti ini, kata Thomas, bukanlah hal berbahaya bagi masyarakat. Justru, kejadian ini merupakan bagian dari aktivitas keantariksaan global yang sesekali dapat diamati dari wilayah Indonesia, terutama ketika lintasan peluncuran melintasi kawasan ini.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINFenomena LangitProf Thomas DjamaluddinRoket Cina Jielong-3
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Tuna Sirip Biru Berat 190 kg Terjual Rp 1 Miliar Lebih di Pingtung Taiwan

Next Post

Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026
New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

2 November 2026

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Next Post
Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Cukup 4 Jam Pakai Masker Kain

Akademisi UNG Boby Rantow Payu Raih Gelar Doktor

Jejak Kekerabatan Bahasa Daerah Gorontalo, Suwawa, Atinggola dan Bulango

Phu Quoc di Vietnam Dinobatkan Sebagai Pulau Terindah di Asia, Bali Peringkat 6

Kandungan Nutrisi Ikan Sidat Melebihi Salmon

KLM Khairul Akbar Mati Mesin Perairan Pulau Hiri, 9 ABK Selamat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.