Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNG Kreasi Makanan Pendamping ASI

Produk rice cracker berupa makanan pendamping ASI hasil kreasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG). FOTO: NOVITA J. KIRAMAN

Darilaut – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menciptakan inovasi terbaru berupa makanan pendamping ASI  atau Air Susu Ibu (MPASI) berbentuk rice cracker yang terbuat dari bahan dasar beras.

Kreasi ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

Acara peluncuran produk rice cracker ini berlangsung pada Kamis (18/7) di Balai Desa Banuroja, dihadiri kader posyandu, ibu-ibu dan balita di Desa Banuroja.

Dalam pelaksanaannya kegiatan ini berkolaborasi juga dengan mahasiswa KKN UGM.

Kepala Desa Banuroja, Rony Handri Koyansow, mengapresiasi upaya mahasiswa KKN Kolaboratif UNG dalam memberikan salah satu solusi nyata bagi masalah stunting di Desa Banuroja.

“Melalui inovasi ini, kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan gizi balita dalam mencegah stunting,” kata Rony.

Koordinator program kerja, Nur Izatul, menjelaskan bahwa rice cracker ini mengandung kandungan gizi yang dibutuhkan para balita yang diperlukan untuk pertumbuhan anak.

Program kerja ini tindak lanjut dari pencegahan stunting dan berangkat dari keresahan di mana setiap anak biasanya memakan apa yang sering mereka genggam.

“Kami bermaksud membuat satu produk yang dapat digenggam dengan tekstur lunak ketika dimasukan ke mulut bayi dengan tetap memperhatikan kandungan gizinya,” kata Izatul.

Ibu-ibu yang hadir juga mendapat demonstransi buku panduan yang telah di buat oleh mahasiswa KKN UNG terkait informasi pencegahan stunting.

Program pembuatan rice cracker ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Banuroja. Dengan adanya makanan pendamping ASI yang bergizi dan mudah dibuat, diharapkan angka stunting di Desa Banuroja dapat teratasi dengan baik.

“Kerja sama ini sangat bermanfaat dan semoga bisa terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rony.

Inovasi rice cracker ini menjadi langkah konkret dalam upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version