Ibu-ibu yang hadir juga mendapat demonstransi buku panduan yang telah di buat oleh mahasiswa KKN UNG terkait informasi pencegahan stunting.
Program pembuatan rice cracker ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Banuroja. Dengan adanya makanan pendamping ASI yang bergizi dan mudah dibuat, diharapkan angka stunting di Desa Banuroja dapat teratasi dengan baik.
“Kerja sama ini sangat bermanfaat dan semoga bisa terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rony.
Inovasi rice cracker ini menjadi langkah konkret dalam upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. (Novita J. Kiraman)




