Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan menetapkan status tanggap darurat hingga 14 hari ke depan. Hal ini diambil guna memberikan percepatan penanganan darurat terhadap warga terdampak.
Di Kabupaten Malaka, sebanyak lima kecamatan terdampak banjir setelah hujan lebat yang terjadi pada Rabu (29/6).
BPBD Kabupaten Malaka menginformasikan guyuran hujan intensitas tinggi memicu meluapnya debit air Sungai Wamena. Saat banjir berlangsung tinggi muka air terpantau sekitar 50 cm.
Sebanyak 3.000 unit rumah yang tersebar di lima kecamatan yakni Kecamatan Wewiku, Malaka Barat, Malaka Tengah, Weliman dan Kobalima terendam banjir tersebut.
Selain rumah, banjir mengakibatkan lahan pertanian tergenang air. BPBD masih melakukan pendataan luas lahan yang rusak akibat banjir.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Nagekeo. Banjir tersebut berdampak pada 200 KK yang tersebar di empat kecamatan.
Wilayah terdampak yang berada di Pulau Flores tersebut antara lain Kecamatan Mauponggo, Nanga Roro, Keo Tengah dan Bowaway. Tidak ada laporan korban jiwa atau warga yang luka-luka akibat banjir tersebut.
Menghadapi potensi bahaya susulan, BPBD Kabupaten Nagekeo telah meminta warga untuk tetap waspada.
Maluku Barat Daya
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, mengakibatkan sejumlah keluarga mengungsi, pada Kamis (30/6).





Komentar tentang post