Daerah pertemuan dan perlambatan angin diprediksi terbantuk di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, yang dapat meningkatkan pemusatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer yang cukup kuat di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan, dan Papua. Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akumulasi curah hujan secara umum masih cenderung rendah pada skala dasarian, kejadian hujan signifikan tetap berpeluang terjadi dalam skala harian, terutama di wilayah yang dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal.
Sepekan ke depan, potensi hujan periode 20 – 22 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian hujan lebat – sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara.




