Darilaut – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memasang teknologi deteksi dini tsunami berbasis buoy atau disebut InaBuoy tanggal 12 April 2021 di Selatan Bali.
Namun, pada 6 Mei 2021 InaBuoy di Selatan Bali tersebut tidak terdeteksi oleh sistem penerima data yang ada di BPPT dan dinyatakan hilang.
Pemasangan InaBuoy tersebut sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya, BPPT melakukan deploy pada tahun 2019.
“Kejadian tersebut sangat kami sayangkan, karena walau telah disematkan teknologi GPS (Global Positioning System), Buoy tidak dapat kami retrieve kembali, karena InaBuoy tidak mengirimkan sinyal ke Pusat Data Observasi Tsunami di Jakarta,” kata Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana BPPT M. Ilyas saat memberikan di gedung Asosiasi Tuna Longline Indonesia, Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (2/6).
Sosialisasi ini dengan tema “Bersama Membangun Kesiapsiagaan terhadap Ancaman Tsunami.”
Menurut Ilyas dalam berinovasi untuk mewujudkan teknologi alat deteksi dini tsunami yang handal tidak bisa sendirian. Namun membutuhkan peran serta semua pihak, baik dari masyarakat, nelayan, pelaku usaha perikanan tangkap, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga InaBuoy yang manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Bali.





Komentar tentang post