Minggu, November 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dampak Dari Penangkapan dan Degradasi Habitat Populasi Hiu dan Pari di Indonesia Menurun

redaksi
17 November 2025
Kategori : Berita
0
Dampak Dari Penangkapan dan Degradasi Habitat Populasi Hiu dan Pari di Indonesia Menurun

GAMBAR: BRIN

Darilaut – Kondisi populasi hiu dan pari di Indonesia serupa dengan yang terjadi di tingkat global. Populasi hiu dan pari di Indonesia mengalami penurunan akibat penangkapan, perubahan lingkungan, kerusakan habitat, nilai ekonomi, dan kebutuhan pangan.

Hiu dan pari di Indonesia merupakan sumber protein paling terjangkau tidak hanya di pesisir juga oleh kaum urban. 

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan (PRZT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andhika Prima Prasetyo, mengatakan hiu merupakan ikan bertulang rawan, ada juga ikan pari, skate, dan chimera yang masuk kelas Chondrichthyes.

Uniknya, sirip yang paling mahal bukan dari hiu, akan ”tetapi dari pari yaitu jenis pari kikir dan pari kekeh,” ujarnya dalam rangkaian Applied Zoology Summer School #13, Sabtu (15/11).

Menurut Andhika, perbedaan skate dengan pari terdapat pada sistem reproduksinya, yaitu ikan pari melahirkan sedangkan skate ini justru bertelur. Untuk hiu hantu atau chimera adalah jenis hiu yang jarang dilihat karena habitatnya di kedalaman.

“Keempat ikan bertulang rawan tersebut perbedaan utamanya adalah pada letak dan jumlah insang,” ujarnya.

”Hiu memiliki celah insangnya di bagian samping, sedangkan ikan pari celah insangnya di bawah. Masalah utama penurunan populasi hiu dan pari adalah penangkapan berlebih di daerah tropis, dimana biodiversitas yang tinggi, namun jumlah sedikit.”

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Andhika Prima PrasetyoBRINHiu dan PariSharks and Rays
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Akademisi UNG Dewan Juri Lomba Orasi Kesehatan

Next Post

Hong Kong Tujuan Utama Ekspor Sirip Hiu dan Pari

Postingan Terkait

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

8 November 2026
Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

8 November 2026

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Next Post
Spesies Langka Shark Ray Terlihat di Perairan Botubarani

Hong Kong Tujuan Utama Ekspor Sirip Hiu dan Pari

TERBARU

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Bibit Siklon Tropis 97W Berada di Dekat Pulau Ishigaki, Jepang

KM Mater Mery 01 Tenggelam di Perairan Maluku Utara, 9 ABK Selamat

Mahasiswa UNG Buka dan Kembangkan Usaha Rintisan Caveins Coffee

Gempa M5,9, Warga Bolaang Mongondow Selatan Sempat Panik

ISKINDO Matangkan Ekspedisi Pinisi 2018-2019

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.