Kamis, Oktober 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

redaksi
1 Oktober 2026
Kategori : Kajian
0
Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Dr. Funco Tanipu. FOTO: DARILAUT.ID

Oleh: Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A, Founder The Gorontalo Institute

Pemilu 1955 menyimpan sebuah paradoks yang menarik untuk dibaca dari Gorontalo. Secara nasional, Partai Komunis Indonesia (PKI) memperoleh sekitar 16 persen suara dan menjadi salah satu dari empat kekuatan politik terbesar dalam pemilihan anggota DPR. Di Gorontalo, ceritanya berbeda sama sekali: PKI hanya memperoleh 0,78 persen suara. Masyumi meraih 37,35 persen, PSII 35,78 persen, PNI 12,45 persen, dan NU 11,27 persen (Madjowa, 2015).

Angka itu terlalu besar perbedaannya untuk dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa Gorontalo adalah masyarakat religius. Pertanyaan yang lebih menarik justru bagaimana sebuah partai yang mempunyai organisasi, ideologi, program, dan daya mobilisasi yang kuat secara nasional gagal mengubah kekuatan tersebut menjadi dukungan elektoral di sebuah wilayah. Jawabannya perlu dicari dalam cara masyarakat lokal membentuk identitas, mengenali otoritas, mempercayai informasi, dan menentukan pilihan politik.

PKI tidak datang ke Gorontalo dalam keadaan masyarakat yang awam secara politik. Sebelum Pemilu 1955, sudah terdapat organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, jaringan keluarga, adat, dan partai yang mempunyai hubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, penerimaan terhadap suatu gagasan politik tidak hanya ditentukan oleh isi gagasan itu sendiri, tetapi juga oleh siapa yang menyampaikannya dan melalui jaringan sosial mana gagasan tersebut beredar.

Halaman 1 dari 9
12...9Selanjutnya
Tags: Dr Funco TanipuPemilu 1955The Gorontalo Institute
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

TERBARU

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Topan Surigae Melemah Menjadi Badai Tropis di Dekat Jepang

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 96S Terletak di Selatan Bali dan NTB

KORAL: RUU Cipta Kerja Tenggelamkan Nelayan Kecil dan Tradisional

Kapal SB Tenggiri Tenggelam di Kepri, Awak Kapal Selamat

UNG dan Pemda Boalemo Perkuat Kolaborasi

Tim Gabungan Nekropsi Dua Dugong yang Ditemukan Mati di Kalimantan Barat

Bibit Siklon Tropis 95S Berada di Selatan Kepulauan Aru

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.