Pada misi Leg 1, tim peneliti memfokuskan kegiatan pada pemetaan dasar laut, pengamatan kondisi arus samudra, identifikasi mamalia laut, serta pemetaan sebaran rumpon di perairan Sulawesi Utara. Seluruh data dan sampel yang dikumpulkan akan disimpan secara aman di Repositori Ilmiah Nasional dan dikelola oleh ilmuwan dalam negeri tanpa ada data yang dikirim ke luar negeri.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terlibat dalam riset ini, termasuk kementerian dan lembaga terkait, tim kapal OceanXplorer yang dipimpin Nahkoda Roger Solem dan Expedition Lead Andrew Craig, serta para periset dari ITB, ITS, IPB, Politeknik Negeri Batam, Universitas Halu Oleo, dan Indo Ocean Foundation.
Misi ini juga didampingi oleh tim pengamanan dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Kementerian Pertahanan. Kehadiran Security Officer dan Ship Rider di atas kapal memastikan seluruh kegiatan penelitian berjalan sesuai prosedur keamanan nasional, sekaligus mencerminkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Marina C.G. Frederik, menjelaskan bahwa pelaksanaan riset dilakukan secara terkoordinasi melalui mekanisme sinkronisasi harian. Kegiatan meliputi pengambilan sampel air dan sedimen, pemetaan malam hari, hingga identifikasi awal sebelum sampel dipindahkan ke repositori.




