Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Ikan Napoleon, Makanan Mewah dan Mahal di Hong Kong

redaksi
16 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Ikan Napoleon

Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) dewasa. FOTO: KKP

Darilaut – Kegiatan budidaya pembesaran ikan Napoleon oleh nelayan Kepulauan Natuna dan Anambas dimulai sejak tahun 1980an untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Pola perikanan di Kepulauan Riau memiliki keunikan yang tidak dijumpai di daerah lain di Indonesia bahkan di dunia. Hal tersebut dapat digambarkan dari kemampuan nelayan dan pembudidaya lokal yang melakukan kegiatan pembesaran ikan Napoleon di dalam keramba jaring apung selama puluhan tahun.

Ikan Napoleon yang didapat oleh nelayan dibesarkan dalam keramba jaring apung milik pengumpul, dengan pemberian pakan potongan ikan rucah setiap harinya.

Pembesaran tersebut dilakukan hingga ikan Napoleon mencapai ukuran yang laku di pasaran (Dirhamsyah & Adrim, 2011).

Kemampuan nelayan di Natuna dan Anambas dalam mengidentifikasi anakan ikan Napoleon dan habitatnya dengan baik merupakan pengetahuan ekologi tradisional/lokal (traditional/ local ecologi-cal knowledge) (Prianto et al., 2019).

Kegiatan budidaya Napoleon yang dilakukan adalah pembesaran anakan ikan Napoleon hasil tangkapan alam dalam bentuk juvenil (1–10 cm) hingga berukuran layak jual dengan berat 1–3 kg/ekor.

Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan pembesaran adalah 4–5 tahun. Ikan hasil pembesaran tersebut diekspor ke Hong Kong sebagai negara tujuan utama. Cara pembesaran tersebut dikategorikan sebagai budidaya berbasis tangkapan (Capture Based of Aquaculture) (Syam et al., 2019).

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Cheilinus undulatusChinaHongkongIkan NapoleonKepulauan RiauNapoleon Wrasse
Bagikan30Tweet19KirimKirim
Previous Post

Tidak Ada Manfaat Ekonomi Bagi Negara untuk Perburuan Paus

Next Post

BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Hiu Berjalan Halmahera Berasal dari Satu Keturunan

Mencari Formula Pendanaan Provinsi Konservasi Papua Barat

Bibit Siklon Tropis 91W Berkembang di Samudra Pasifik Barat

Pemilihan BEM UNG 2024, 3 Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Adu Visi dan Misi

Kapal Pengebom Ikan Ditangkap di Lombok Timur

Kegiatan Rehabilitasi Untuk Kembalikan Vegetasi Mangrove

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.