Rabu, Juni 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

redaksi
25 April 2026
Kategori : Berita
0
Dasar Laut Indonesia Menyimpan Gas Hidrat, Energi Alternatif Masa Depan

GAMBAR: BRIN

“Gas hidrat itu sebetulnya adalah zat padat seperti es. Artinya, gas metana yang bersatu dengan air,” kata Susilohadi mengutip Brin.go.id. 

Metana hidrat terbentuk secara alami pada kondisi suhu rendah dan tekanan tinggi di dasar laut, biasanya pada kedalaman lebih dari 500 meter. Meskipun berbentuk padat, kandungan metana di dalamnya sangat tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber energi alternatif.

Namun, luasnya wilayah laut dalam Indonesia yang mencapai sekitar sepertiga dari total perairan nasional menunjukkan potensi sebenarnya masih sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap.

GAMBAR: BRIN

Meski memiliki potensi besar, pengembangan metana hidrat masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah teknologi ekstraksi yang masih dalam tahap pengembangan dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur riset juga menjadi hambatan dalam pengembangan sumber energi ini di Indonesia.

“Sampai saat ini kita belum bisa mengambil data primer terkait metana hidrat. Jadi, penelitian yang dilakukan masih memanfaatkan data seismik sekunder yang sudah ada,” ujarnya.

Susilohadi mengatakan pemerintah berencana akan memiliki kapal riset yang lebih memadai pada 2029. Sehingga, penelitian lebih mendalam kemungkinan baru dapat dilakukan sekitar 2030.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BRINGas HidratMetana HidratSelat Makassar
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sinyal Kuat Suhu Permukaan Daratan Diperkirakan Berada di Atas Normal

Next Post

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

Postingan Terkait

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

10 Juni 2026
Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

10 Juni 2026

UNG Umumkan Hasil Seleksi Mandiri Prestasi 2026

UNG Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026

4 Juta Pelajar dan 156 Ribu Guru Terdampak Gempa Sarangani di Mindanao, 1.000 Ruang Kelas Rusak

95 Rumah dan 8 Gedung Mengalami Kerusakan di Sulawesi Utara Akibat Gempa Sarangani di Laut Sulawesi

Jurnalis Beritajatim.com Diduga Mengalami Intimidasi dan Penganiayaan

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Next Post
Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

TERBARU

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

UNG Umumkan Hasil Seleksi Mandiri Prestasi 2026

UNG Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026

4 Juta Pelajar dan 156 Ribu Guru Terdampak Gempa Sarangani di Mindanao, 1.000 Ruang Kelas Rusak

95 Rumah dan 8 Gedung Mengalami Kerusakan di Sulawesi Utara Akibat Gempa Sarangani di Laut Sulawesi

AmsiNews

REKOMENDASI

Palsu, Ijazah Pelaut Diterbitkan Indonesia Digunakan WNA

Sajian Menu Lobster, Perut Dipenuhi Plastik

Gempa M 5,9 Guncang Togean Tojo Una-Una

Sungai Bone Meluap, Ribuan Warga di Kota Gorontalo Terendam Banjir

Iklim: Demam Berdarah Penyakit Dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Ada 2.600 Spesies Ikan Karang di Kawasan Coral Triangle

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.