Kemudian, Dr Gegar Sapta Prasetya (Ikatan Ahli Tsunami Indonesia) mengenai “Potensi Tsunami di Wilayah Kepulauan Indonesia: Tantangan Mitigasi & Teknologi Peringatan Dini”, Ir Budi Hadi Prayitno (DHI) memaparkan “Aids to Navigation“ dan Mrs. Pilar Haro (MSM, Spanyol) tentang “Aids to Navigation and TEWS Instruments”.
Dari Diskusi yang dilaksanakan muncul salah satu pertanyaan tentang bagaimana kerawanan potensi tsunami di kawasan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu. Salah satu Narasumber Ahli Tsunami Dr Gegar Sapta Prasetya mengatakan, dari data yang dimiliki bahwa prediksi perairan Teuk Jakarta dan Kepulauan Seribu Jakarta Utara relatif masih aman dari bahaya tsunami karena tidak berhadapan langsung dengan lempeng bumi yang rawan akan patahan.
Gegar memberi pesan agar selalu tetap waspada terhadap munculnya bencana gempa dan tsunami yang datangnya tiba-tiba. Antara lain, mengenali tanda-tanda akan datangnya bahaya tsunami, menyiapkan shelter yang tinggi, menanam pohon yang dapat mengurangi dampak gelombang dan membangun rumah yang disesuaikan dengan ketahanan goncangan dan hempasan air.
Moderator seminar Dr Widodo S Pranowo (Sekretaris Umum DHI), notulen Umar Darlan. Adapun Koordinator pelaksana Seminar adalah Kolonel Laut (P) Suhendro dari Pushidros TNI Angkatan Laut dan Ketua Pelaksana Seminar Kolonel Laut (KH) Kamija (Sekretaris I DHI).





Komentar tentang post