Rabu, Juni 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Segitiga Masalembo: Antara Mitos, Kekayaan Biota dan Gelombang Bawah Laut

redaksi
25 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Segitiga Masalembo: Antara Mitos, Kekayaan Biota dan Gelombang Bawah Laut

GOOGLE EARTH

Darilaut – Segitiga Masalembo memiliki kekayaan biota laut dan kawasan yang subur sebagai tempat bertemu beberapa arus. Bila digambarkan, segitiga itu menghubungkan antara Madura, Selat Lombok, dan Makassar.

“Di area perairan antara Pulau Nusa Penida, Bali dan Selat Lombok, memiliki arus yang kencang. Ada gelombang besar di bawah laut yang dapat membahayakan navigasi,” kata peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adi Purwandana, seperti dikutip dari Oseanografi.lipi.go.id.

Melalui Talkshow SPADA – Global Radio dengan topik “Menyelami Riset Kelautan” bersama para peneliti LIPI, pada Kamis (22/7), Adi menguraikan mengenai perairan Bali yang mempunyai fenomena unik dan berbahaya di sekitara selat Lombok.

Menurut Adi, banyak yang menyebut di area tersebut dengan nama Segitiga Masalembo. Kalau kita membuat gambaran segitiga, kita bisa hubungkan antara Madura, Selat Lombok, dan Makassar.

Di area tersebut, kata Adi, di masa lampau mitosnya memiliki arus yang berbahaya. Karena pada zaman dahulu teknologi belum secanggih sekarang, seperti belum terlalu paham sistem dan prediksi cuaca.

Adi mengatakan, dengan teknologi yang sudah cukup canggih arus tersebut dapat dilalui. Dibalik mitos tersebut, daerah ini subur karena merupakan tempat bertemunya beberapa arus, sehingga di perairan tersebut mengandung banyak nutrisi yang dapat dimakan oleh biota laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Bawah LautLIPIMaduraMakassarP2O LIPIPulau MasalemboRiset KelautanSegitiga MasalemboSelat Lombok
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Riwayat Penyelamatan Toa, Bayi Orca yang Terdampar di Selandia Baru

Next Post

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Postingan Terkait

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

3 Juni 2026
Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

3 Juni 2026

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Bersiaplah untuk Menghadapi El Niño

Tim Fakultas Kedokteran UNG Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir di Gorontalo Utara

Next Post
Ini Keunikan Babirusa

Babirusa, Babi Seperti Rusa Atau Sebaliknya

Komentar tentang post

TERBARU

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Nelayan Pulau Tunda Didekati Pari Manta Oseanik 1,8 Meter

UNEP Memberikan Penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan di Asia, Salah Satunya Indonesia

Kapal Tanker MT Kristin Terbakar di Perairan Mataram, 3 ABK Hilang

Pinisi Bakti Nusa, dari Pulau Kabaena Menuju Buton Tengah

PT Pelni Diharapkan Tidak Bergantung pada Subsidi Pemerintah

Tantangan Pengelolaan Plastik dan Mikroplastik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.