Darilaut – Johnny, Rocky dan Rambo bukanlah nama seseorang. Ketiga panggilan tersebut disematkan pada lumba-lumba yang telah melalui masa hidup yang kritis, bertahun-tahun.
Johnny, Rocky dan Rambo jadi tontonan yang dibawa dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kota ke kota lainnya. Sebagai pemain sirkus untuk hiburan bagi wisatawan dan lain-lain, lumba-lumba ini hidup di kolam kecil dan menderita.
Kini ketiganya berada di Umah Lumba di Teluk Banyuwedang, Bali Barat. Dophin Project, organisasi yang melindungi dan merawat lumba-lumba tersebut di Rehabilitation, Release and Retirement Center (Pusat Rehabilitasi, Pelepasan, dan Pensiun).
Pada 22 April 2022, lumba-lumba Johnny, Rocky dan Rambo siap untuk dikembalikan ke laut lepas, sebagai satwa liar.
Setelah melalui masa rehabilitasi, lumba-lumba ini sudah menangkap ikan dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien dari sebelumnya.
Kondisi kesehatan ketiganya pulih seperti semula. Tekanan darah dan berat badan sempurna.
Ketiga lumba-lumba itu sudah jarang berada di permukaan air. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di bawah air, seperti yang diinginkan alam.
Ketiga lumba-lumba yang diselamatkan telah melalui perjalanan panjang sejak disita dari kolam renang kotor di Hotel Melka Excelsior di Bali lebih dari dua setengah tahun yang lalu.
“Pada peringatan 52 tahun Dolphin Project (juga diperingati pada Hari Bumi), kami membuat satu harapan: bahwa bersama-sama, kami dapat membantu memastikan bahwa Johnny, Rocky, dan Rambo dikembalikan ke perairan asal mereka,” kata Pendiri dan Direktur Dolphin Project, Ric O’Barry.
Dengan mengadopsi lumba-lumba (atau mengadopsi ketiganya), kita dapat memberi mereka kesempatan terbesar, sekaligus menikmati kebebasan dan mobilitas mereka, kesehatan terbaik dan kebersamaan dengan jenis mereka sendiri.
Sekilas Tentang Johnny
Johnny ditangkap di Laut Jawa dan dibawa dari kota ke kota di Indonesia. Johnny di sirkus keliling dipaksa tampil di kolam plastik.
Pemberhentian berikutnya di kolam renang yang mengandung banyak klorin di Hotel Melka Excelsior di Bali Utara. Selama bertahun-tahun, lumba-lumba tua ini ditahan dan isolasi.
Johnny sangat menderita, termasuk kehilangan penglihatan di satu mata, kerusakan kulit dan cedera pada sirip dada kanannya.
Kondisnya sangat kurus. Pada 2019, Dolphin Project menyelamatkan Johnny dan membawanya ke Umah Lumba Center.
Sejak itu berat dan kekuatannya bertambah, dan menghabiskan hari-harinya menjelajahi laut. Ritme dan suara alaminya mulai kembali.
Bersama dokter hewan dan pengasuh menilai ulang Johnny untuk kemungkinan dilepaskan kembali ke alam liar.
Rocky
Kisah perjalanan hidup Rocky sungguh tragis. Bayangkan lumba-lumba ini ditangkap dari alam liar, di laut, lalu dipaksa tampil dalam pertunjukan paling kejam di dunia – sirkus lumba-lumba keliling.
Itulah yang dialami Rocky bertahun-tahun.
Setelah menghabiskan bertahun-tahun sebagai pemain sirkus, Rocky dijual ke Hotel Melka Excelsior di Bali Utara. Di lokasi ini Rocky selama 10 tahun dikurung di kolam renang kecil yang berinteraksi dengan turis yang tak ada habisnya.
Dolphin Project menyelamatkan Rocky pada tahun 2019 dan dibawa di perairan jernih Umah Lumba Center.
Berat badan dan kekuatannya berangsur pulih dan bertambah. Rocky menikmati irama alam dan suara laut.
Rambo
Seperti halnya Rocky, lumba-lumba Rambo juga menjalani hidup yang penuh penderitaan sebagai pemain sirkus keliling.
Rambo ditangkap dengan kejam dari laut dan dipaksa tampil di sirkus keliling Indonesia yang terkenal kejam.
Lumba-lumba muda ini kemudian dikurung di dalam kolam renang kecil di Hotel Melka Excelsior di Bali Utara.
Rambo dipaksa untuk tampil sebagai tontonan untuk menghibur wisatawan selama pertunjukan.
Sejak diselamatkan pada tahun 2019, Rambo terus menjalani rehabilitasi di Umah Lumba Center. Rambo kini tampil sangat energik.
