Dikenal 2295 Tahun Lalu, Ini Catatan Peristiwa Komet Halley

Pada tahun 1986, pesawat ruang angkasa Eropa Giotto menjadi salah satu pesawat ruang angkasa pertama yang menemukan dan memotret inti komet, melewati dan menggambarkan Halley saat menjauh dari Matahari. GAMBAR: Halley Multicolor Camera Team, Giotto Project, ESA/SOLARSYSTEM.NASA.GOV

Darilaut – Mengawali pekan pertama di bulan Mei tahun ini, pemandangan langit malam dan dinihari dihiasi meteor Eta Aquarid.

Puncaknya pada tanggal 5, 6 dan 7 Mei terjadi hujan meteor Eta Aquarids yang dapat disaksikan di banyak tempat di Bumi, termasuk di Indonesia.

Inilah kepingan Komet Halley. Komet ini memiliki dimensi 16 x 8 x 8 kilometer.

Satu pecahan komet ini dapat disaksikan puncaknya pada 20 Oktober, setiap tahun. Meteor ini dikenal dengan sebutan Orionid.

Halley, komet paling terkenal—telah terlihat, dikenal dan diamati ribuan tahun lalu. Setidaknya komet ini sudah tercatat sejak 2295 tahun yang lalu.

Para astronom telah menghubungkan penampilan komet ini dengan pengamatan yang berusia lebih dari 2.000 tahun.

Laporan tentang komet Halley, menurut Laboratorium Propulsi Jet NASA, telah tercatat setidaknya pada 273 SM (Sebelum Masehi).

Satu tahun setelah Julius Caesar dibunuh di Roma, kronik komet ini kembali terlihat di Bumi pada 43 SM.

Di masa lalu, komet tersebut juga hadir dan ditampilkan dalam sebuah panel permadani Bayeux Tapestry.

Catatan peristiwa saat itu merujuk pada kronik penaklukan Norman atas Inggris, seperti ditulis Space.com dan Solarsystem.nasa.gov.

Permadani Bayeux yang terkenal itu, menceritakan pertempuran Hastings pada tahun 1066.

Panel dari permadani Bayeux menunjukkan orang-orang melihat apa yang kemudian dikenal sebagai komet Halley. GAMBAR: Myrabella/SOLARSYSTEM.NASA.GOV

Selama satu milenium lebih, astronom dan pengamat di Bumi telah melihat dan mencermati komet yang muncul di langit malam tersebut.

Namun, belum ada perhitungkan berapa lama komet ini muncul kembali dan terlihat oleh pengamat di Bumi.

Astronom Inggris Edmond Halley (1656-1742) kemudian membuat perhitungan bahwa komet tersebut diyakini hanya satu kali melewati tata surya dalam kurun waktu yang lama.

Pada tahun 1705, Edmond Halley menggunakan teori gravitasi dan gerakan planet Isaac Newton untuk menghitung orbit beberapa komet.

Edmond Halley menemukan kesamaan dalam orbit komet terang berdasarkan catatan peristiwa dan laporan pada tahun 1531, 1607 dan 1682.

Edmond Halley kemudian menyarankan bahwa ketiganya sebenarnya adalah komet tunggal yang akan melakukan perjalanan kembali dan akan terlihat di Bumi.

Ketika itu, Edmond Halley memperhitungkan dan memprediksi kapan komet tersebut akan muncul. Prediksi Halley tepat.

Edmond Halley memprediksi kembalinya komet ini dan terlihat dari Bumi pada 1758-1759. Komet ini pun muncul dan terlihat dari Bumi 16 tahun setelah kematian Edmond Halley.

Komet “periodik” pertama yang diketahui dalam sejarah kemudian dinamakan “Halley”.

Di kalangan astronom, komet biasanya dinamai menurut penemunya. Ada pula nama yang diambil dari observatorium/ teleskop yang digunakan dalam penemuan tersebut.

Karena Edmond Halley dengan tepat meramalkan kembalinya komet ini — prediksi yang pertama — maka dinamakan Halley untuk menghormatinya.

Mendapatkan kode 1P, Halley adalah komet periodik yang memiliki periode orbit secara rutin yang dapat diamati di Bumi.

Huruf “P” menunjukkan bahwa Halley adalah komet “periodik”. Komet periodik memiliki periode orbit kurang dari 200 tahun.

Komet Halley memiliki orbit yang cukup panjang untuk terlihat lagi di Bumi, yakni 76 tahun. Satu abad terakhir, komet ini terakhir terlihat di langit Bumi pada 1986.

Nantinya komet ini akan kembali terlihat pada 2061 dalam perjalanan regulernya mengelilingi Matahari.

Pada 1986, sebuah pesawat ruang angkasa armada internasional bertemu komet Halley untuk studi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengambil berbagai sudut pandang.

Armada sains termasuk pesawat ruang angkasa Suisei dan Sakigake Jepang, Vega 1 dan Vega 2 Uni Soviet (digunakan kembali setelah misi Venus yang sukses), pesawat ruang angkasa internasional ISEE-3 (ICE) dan Giotto Badan Antariksa Eropa.

Pioneer 7 dan Pioneer 12 NASA juga menyumbangkan banyak data sains yang dikumpulkan, saat itu.

Halley dan Hujan Meteor

Setiap kali Halley kembali ke tata surya bagian dalam, intinya menyemprotkan es dan batu di luar angkasa.

Aliran puing ini menghasilkan dua hujan meteor setiap tahun: Eta Aquarids di bulan Mei dan Orionid bulan Oktober.

Astrofotografer Justin Ng dari Singapura mengabadikan pemandangan meteor Eta Aquarid yang terang saat meluncur di langit malam di atas Gunung Bromo, Jawa Timur, 5 Mei 2013. FOTO: JUSTIN NG/SPACE.COM

Orbit komet Halley bergerak mundur. Artinya berlawanan dengan gerakan Bumi yang mengelilingi Matahari dalam bidang miring 18 derajat terhadap orbit Bumi.

Gerak mundur Halley tidak seperti komet periode pendek, karena jarak terjauhnya dari Matahari (aphelion) berada di luar orbit Neptunus.

Periode orbit Halley rata-rata adalah 76 tahun sesuai dengan lingkar orbit di Matahari sekitar 7,6 miliar mil (12,2 miliar kilometer).

Diukur dari satu lintasan perihelion ke perihelion berikutnya, periode Halley paling singkat 74,42 tahun (1835-1910) dan selama 79,25 tahun (451-530).

Selama kemunculan Halley tahun 1986, yang terdekat ke Bumi terjadi pada perjalanan keluar pada jarak 0,42 AU (39 juta mil atau 63 juta kilometer).

Di aphelion pada tahun 1948, Halley berada 35,25 AU (3,28 miliar mil atau 5,27 miliar kilometer) dari Matahari, jauh di luar jarak Neptunus.

Pada perihelion 9 Februari 1986, Halley hanya berjarak 0,5871 AU (87,8 juta km: 54,6 juta mil) dari Matahari, jauh di dalam orbit Venus.

Dengan orbit mengelilingi Matahari, sebuah komet seukuran Halley kehilangan satu hingga tiga meter material dari permukaan nukleusnya.

Jadi, seiring bertambahnya usia komet, penampakannya akhirnya meredup dan mungkin kehilangan semua es di intinya.

Pada tahap itu komet akhirnya berevolusi menjadi massa gelap material berbatu atau mungkin menghilang menjadi debu.

Para ilmuwan menghitung bahwa rata-rata komet periodik hidup untuk menyelesaikan sekitar 1.000 perjalanan mengelilingi Matahari.

Halley telah berada di orbitnya saat ini setidaknya selama 16.000 tahun, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Meskipun komet ini redup dan menjadi massa gelap pada waktunya, di bulan Mei dan Oktober kita masih dapat menyaksikan kepingan-kepingan Halley setiap tahun.

Di langit malam dan dinihari, hujan meteor Eta Aquarids bulan Mei dan Orionid bulan Oktober, juga sebagai penanda peninggalan puing-puing komet Halley di orbitnya. Verrianto Madjowa

Sumber: Solarsystem.nasa.gov dan Space.com

Exit mobile version