Senin, Agustus 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

redaksi
6 Mei 2022
Kategori : Berita
0
Kepingan Komet Halley Memicu Hujan Meteor, Dapat Disaksikan Mei dan Oktober

Komet Halley tidak akan mengunjungi tata surya hingga tahun 2061. Tetapi meteor Eta Aquarids yang dihasilkan Halley dapat disaksikan di langit bulan Mei ini. GAMBAR: ACCUWEATHER.COM

Darilaut – Bulan Mei ini waktu terbaik untuk menyaksikan kepingan Komet Halley bila langit dengan cuaca yang cerah.

Halley paling terkenal karena menandai pertama kalinya para astronom memahami komet. Namun, komet ini hanya dapat disaksikan dalam perjalanan regulernya selama 76 tahun.

Artinya, 1P/Halley terakhir terlihat di langit Bumi pada 1986. Komet ini nantinya akan kembali pada 2061 dalam perjalanan regular mengelilingi Matahari.

Meski demikian, kita dapat menyaksikan pecahan (kepingan) Halley. Karena Halley memiliki hubungan dengan hujan meteor.

Mengutip Solarsystem.nasa.gov setiap kali Halley kembali ke tata surya bagian dalam, intinya menyemprotkan es dan batu ke luar angkasa.

Aliran puing ini menghasilkan dua hujan meteor setiap tahun: Eta Aquarids pada bulan Mei dan Orionid pada bulan Oktober.

Menikmati komet terkenal yang jaraknya miliaran mil dari Bumi yang menghasilkan hujan meteor akan segera mencapai puncaknya.

Sebagian besar hujan meteor tercipta ketika Bumi menembus bidang puing-puing yang ditinggalkan oleh komet yang mengorbit matahari.

Puing-puingnya berukuran kecil, umumnya seukuran kerikil kecil atau sebutir pasir, tetapi ketika mengenai atmosfer bumi, akan terbakar dan memancarkan kilatan cahaya yang terang.

Pecahan komet Halley inilah yang dapat disaksikan melalui hujan meteor Eta Aquarid, pada Kamis 5 Mei hingga Jumat 6 Mei dini hari ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AstronomiKometKomet HalleyMeteorMeteor Eta Aquarids
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 92B Mengarah ke Teluk Benggala

Next Post

Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Postingan Terkait

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

3 Agustus 2026
El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

3 Agustus 2026

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

Kontribusi Sektor Kelautan Rendah, Profesor Riset BRIN Dorong Omnibus Law Kelautan

Bibit 94W Menguat Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Next Post
Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Komentar tentang post

TERBARU

Aquatic Science UNG Peringkat 18 Nasional Versi SCImago Institutions Rankings 2026

El Niño Tidak Menyerang Semua Tempat dengan Cara yang Sama

Peta Prakiraan Musiman Global Agustus – Oktober

Penjelasan Dampak Global El Niño

El Niño Sudah Ada di Rumah Kita, Agustus-Oktober 2026 Akan Menguat, Suhu di Atas Normal

434 Ribu Hektare Hutan Terbakar di Seluruh Eropa, AS dan Kanada 5,6 Juta

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Akan Menggelar Program Mengajar di Pesisir Teluk Tomini

Apa Saja Pengelolaan Sampah di Surabaya?

Nelayan Penangkap Rajungan Hilang Terseret Ombak Besar

Dugong Jantan Ditemukan Mati Terdampar di Minahasa Utara

Gunung Marapi Meletus, 52 Orang Pendaki Selamat, 23 Meninggal Dunia

Gunung Marapi Level Waspada, Tak Boleh Mendekati Radius 3 km Dari Kawah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.