Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Monsun Australia diprakirakan menguat dalam beberapa hari ke depan, ditandai dengan pola angin zonal yang semakin didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi ini berperan dalam membawa massa udara yang relatif kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sekaligus menjadi indikasi bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, pola peralihan musim ini terlihat dari perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari. Pada pagi hingga siang hari, radiasi matahari yang intens menyebabkan proses konveksi yang tinggi, yang kemudian memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.
Hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang.
Kombinasi radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signfikan pada sore hingga malam hari.
Meskipun sejumlah daerah sudah mulai beralih menuju musim kemarau, namun potensi hujan masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan karena pengaruh dinamika atmosfer yang terpantau aktif, kata BMKG.



