Minggu, Maret 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

redaksi
17 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Dr Hawis: di Kedalaman 100 Meter Banyak Organisme Laut yang Menarik Dikaji

Bunga karang raksasa, Salvador Dali, di Kawasan Konservasi Laut Olele Bone Bolango, Gorontalo. FOTO: YUNIS AMU

Adapun riset yang telah dilakukan adalah pendataan sebaran karang dengan genus Galaksia, Seriatopora dan Acropora untuk melihat diversitas genetiknya.

Beberapa metode seperti mapping spesies dengan bantuan DNA barcoding telah dilakukan di wilayah Raja Ampat dan Lombok, yang saat ini harus tertunda dikarenakan pandemi.

Menurut Hawis, melalui riset tersebut, plasma nutfah terbaik dengan diversitas genetik terbesar dapat ditentukan. Sehingga bila terjadi coral bleaching akibat perubahan iklim, hal tersebut dapat lebih diantisipasi karena database saat ini masih terpecah-pecah.

Manfaat yang diberikan oleh riset ini pun dapat memberdayakan masyarakat pesisir.

Beberapa wilayah Indonesia Timur, masyarakatnya dikenal lebih maju dan mempunyai kearifan lokal, sehingga riset tersebut dapat memperkuat keberadaannya. Selain itu, mempertegas peran, serta status kepunahan spesies di wilayah.

Saat ini Program Studi Ilmu Kelautan juga melakukan kolaborasi riset dengan Prancis, New Zealand dan Jerman mengenai terumbu karang jenis mesofotik di kedalaman 40-50 meter.

Menurut Hawis, dengan mengetahui riset-riset biodiversitas dan ekosistem, serta spesies dan gen, dapat menuju pada pengelolaan perikanan berkelanjutan.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BiodiversityDNA BarcodingIPB UniversityTerumbu Karang
Bagikan15Tweet5KirimKirim
Previous Post

Migaloo, Paus Bungkuk Putih Spektakuler

Next Post

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Postingan Terkait

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

15 Maret 2026
UNEP Buka Pendaftaran Champions of the Earth 2024, Penghargaan Lingkungan Hidup Tertinggi PBB

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

15 Maret 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

Sekjen PBB Mengutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah

Waspada Kondisi Cuaca Saat Mudik Lebaran

Komite Menghapus 8 Nama Topan Karena Menimbulkan Kerusakan Parah

Topan Makin Intensif, Ancam Jutaan Orang Tiap Tahun

Next Post
4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

4 Spesies Tuna di Maluku Utara Berasal dari Satu Keturunan

Komentar tentang post

TERBARU

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

Sekjen PBB Mengutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah

Waspada Kondisi Cuaca Saat Mudik Lebaran

AmsiNews

REKOMENDASI

Rektor UHT Ingatkan Peneliti Aplikasikan Temuannya

Semarak HUT Ke-75 di Marore, Pulau Terdepan Indonesia

Keunikan Pembuatan Kapal Layar Pinisi

Kapal Royce 1 Terbakar di Perairan Merak

Kecerdasan Buatan di Jalur Ramah Lingkungan

Erupsi Gunung Karangetang, Masyarakat Jangan Mendekati Zona Bahaya

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.