“Kira-kira kalau bisa cerita cepat, kita, tuh, kayak lagi berburu paus tanpa membunuh paus, whaling tanpa harpoon,” kata Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Andhika Prima Prasetyo.
Harapannya, kata Andhika, kita bisa mempelajari distribusinya, tidak hanya horizontal tapi juga secara vertikal.
Direktur Pengelola Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, mengatakan, Leg kedua ini dilaksanakan pada 5-24 Januari 2026.
”Berfokus pada biodiversitas (keanekaragaman hayati), oseanografi, dan juga pengamatan laut, serta fish aggregating device (FAD) atau yang lebih kita kenal rumpon,” kata Nugroho, Jumat (23/1).
Guna mencapai kemandirian dalam eksplorasi laut di Indonesia, penguatan ekosistem kapal riset, mulai dari armada, sumber daya manusia, hingga pendanaan menjadi prioritas yang harus dikembangkan secara terus menerus.




