Kondisi tersebut mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal, terutama di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, bibit siklon tropis, serta daerah konvergensi dan konfluensi, kata BMKG.
Selain masih adanya potensi hujan di sebagian wilayah, peningkatan kecepatan angin permukaan juga diprakirakan masih akan terjadi di sejumlah perairan dalam beberapa hari ke depan, yaitu sebagian wilayah Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.
Keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W turut berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan utara Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku aktivitas kelautan perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi serta kondisi angin kencang di wilayah perairan yang terdampak.
Hujan dan Angin Kencang
Potensi hujan di Indonesia masih dapat terjadi di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan periode 31 Juli – 6 Agustus 2026. Selain bahaya kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah berpotensi terjadi angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pada periode 31 Juli – 3 Agustus perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Siaga hujan lebat – sangat lebat di Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu.



