Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset internasional guna menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Melalui forum ilmiah Prima’s Talk yang digelar Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Kamis (9/10), pakar iklim Asia Tenggara Prof. Fredolin T. Tangang dari Universiti Brunei Darussalam menegaskan pentingnya peran BRIN dalam menghasilkan riset berbasis bukti ilmiah untuk mendukung kebijakan adaptasi dan mitigasi iklim.
Menurut Prof. Tangang, BRIN memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara karena kapasitas risetnya yang besar dan kemampuannya menggerakkan kerja sama lintas negara. Ia menyoroti keterlibatan aktif BRIN dalam proyek internasional Coordinated Regional Climate Downscaling Experiment (CORDEX) Southeast Asia yang berfokus pada pemodelan iklim regional beresolusi tinggi.
“BRIN adalah organisasi besar dan penting. Kita tidak hanya berbicara soal teori, tetapi bagaimana sains dapat diterapkan untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Tangang.
Sejak dimulai pada 2013, proyek CORDEX telah menjadi wadah kolaborasi ilmiah antar lembaga riset, universitas, dan badan meteorologi di Asia Tenggara. Dukungan dari BRIN dan BMKG disebut memperkuat kapasitas regional dalam memahami dampak perubahan iklim di tingkat lokal. Hasilnya kini diakui secara internasional dan menjadi rujukan bagi laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).




