Setelah menganalisis 45 negara yang sudah dikategorikan mengalami kerawanan pangan—dan di mana El Niño akan memengaruhi pola curah hujan, suhu, banjir, serta kekeringan secara signifikan—badan tersebut memperkirakan jumlah total orang yang mengalami kerawanan pangan akut akan meningkat dari 225 juta menjadi 274 juta jiwa, atau kenaikan sekitar 22 persen.
Wilayah Amerika Tengah dan Afrika bagian selatan diperkirakan akan menanggung dampak terberat dari cuaca ekstrem, meskipun dampak signifikan juga diprediksi akan terjadi di Afrika bagian timur serta Asia Selatan dan Asia Tenggara.
WFP menekankan beragamnya dampak El Niño: “Beberapa negara sudah mengalami curah hujan di bawah rata-rata, banjir, dan suhu panas yang tidak biasa, sementara negara-negara lain diperkirakan akan menghadapi kondisi yang memburuk selama musim tanam dan panen mendatang.”
Temuan laporan WFP:
• Amerika Latin dan Karibia dapat mengalami salah satu lonjakan terbesar dalam kerawanan pangan, dengan lebih dari 16 juta orang terdampak.
• Amerika Tengah diproyeksikan mengalami peningkatan proporsional terbesar (83,1 persen) dari seluruh wilayah yang dianalisis dalam laporan tersebut.
• Afrika Timur dan Selatan menghadapi risiko besar, terutama di wilayah di mana musim hujan mendatang sangat krusial bagi produksi pangan. Lebih dari 18 juta orang dapat mengalami penurunan ketahanan pangan, yang mencerminkan peningkatan sebesar 26 persen.




