Darilaut – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan pentingnya nilai empati dalam praktik keperawatan pada prosesi Angkat Sumpah Perawat Program Profesi Ners Angkatan XXI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa profesionalisme seorang perawat tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kematangan sikap dan ketulusan dalam melayani sesama.
“Menjadi perawat bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan,” kata Prof. Eduart di hadapan para lulusan.
Ia menambahkan, seorang perawat harus mampu memberikan pelayanan yang menyentuh tidak hanya aspek fisik pasien, tetapi juga kondisi psikologis dan emosional mereka.
“Perawat yang bekerja dengan empati, kepedulian, dan ketulusan hati akan mampu menghadirkan rasa nyaman, harapan, serta kekuatan bagi pasien yang sedang berjuang menghadapi sakitnya”.
Prof. Eduart menjelaskan bahwa perkembangan dunia kesehatan saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya terampil dalam praktik klinis, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat.
“Sistem pelayanan kesehatan yang berkeadilan harus diperkuat oleh hadirnya perawat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan”.




