Darilaut – Ini bukan Danau Limboto yang identik dengan meluasnya invasi gulma eceng gondok. Ini di Sungai Bolango, Kota Gorontalo.
Daerah aliran sungai ini membentang panjang dari Kabupaten Bone Bolango dan bertemu dengan lepasan air Danau Limboto di dekat Jembatan Potanga.
Biasanya gulma air eceng gondok itu, hanyut terbawa aliran Sungai Bolango hingga bertemu dengan Sungai Bone dan muara di Pelabuhan Gorontalo.
Lepasan eceng gondok yang mengganggu estetika ini terbawa hingga Teluk Gorontalo dan Teluk Tomini, terombang-ambing di perairan laut. Ada yang terus terbawa ombak dan mengikuti arus, ada pula yang dibawa ke pantai.
Itu bila kondisi aliran air sungai cukup baik dan mengalir dengan lancar.
Kemarau tahun ini diperparah El Niño sangat kuat memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo.




Debit air di aliran sungai Bolango dan Danau Limboto menyusut. Invasi eceng gondok meluas di Sungai Bolango, menutupi permukaan sungai lebih dari satu kilometer.
Di Sungai Bolango, eceng gondok telah mengganggu ekosistem perairan. Pertumbuhan yang cepat dan penumpukan eceng gondok yang berlebihan menyumbat dan menghambat aliran sungai, mengurangi kapasitas tampung sungai dan meningkatkan risiko banjir di musim hujan.



