Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perempuan Sudan Melawan Krisis Air

redaksi
26 Februari 2023
Kategori : Berita
0
Perempuan Sudan Melawan Krisis Air

Petani perempuan di Sudan didorong untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam komunitas mereka. FOTO: NEWS.UN.ORG

Darilaut – Perubahan iklim menjadi ancaman terbaru di Sudan. Penghidupan banyak keluarga petani terancam karena efek kumulatif dari konflik, ketidakstabilan ekonomi dan politik.

Kondisi ini masih ditambah dengan peningkatan konsumsi air karena pertumbuhan penduduk dan pembangunan pertanian.

Perempuan di bagian pedesaan Sudan yang gersang, di mana air menjadi semakin langka akibat perubahan iklim, mempelajari teknik untuk beradaptasi dengan pola cuaca baru yang akan membangun ketahanan mereka untuk masa depan.

Perempuan Sudan yang secara tidak proporsional terpengaruh oleh bahaya alam dan buatan manusia ini, didorong untuk mengambil peran pengambilan keputusan.

Mereka aktif dalam proyek-proyek komunitas yang mencakup pembangunan waduk pemanenan air dan menanam tanaman yang tahan kekeringan serta dapat menghasilkan lebih banyak.

Perubahan Iklim dan Kiris Air

Petani bernama Nima Elmassad memperhatikan perubahan cuaca sekitar tujuh tahun lalu. Di Negara Bagian Nil Putih Sudan bagian selatan, hujan turun secara tidak konsisten dan mulai datang terlambat.

Selama musim kemarau yang panjang dan keras, anak-anak harus menempuh perjalanan tiga jam per hari untuk mengambil air, dan hampir semuanya sudah putus sekolah, kecuali satu orang.

Keledai keluarga untuk menarik gerobak air menjadi semakin lemah.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Krisis AirPerempuan SudanPerubahan IklimSudanSudan Bagian Selatan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peringatan Dini Sebelum Topan Freddy Menerjang Madagaskar dan Mozambik

Next Post

Perubahan Iklim Berpengaruh pada Pertanian dan Budaya

Postingan Terkait

BPBD Pantau 18 Titik Api di Provinsi Gorontalo

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

20 Juli 2026
Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

20 Juli 2026

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Perubahan Iklim Berpengaruh pada Pertanian dan Budaya

Perubahan Iklim Berpengaruh pada Pertanian dan Budaya

Komentar tentang post

TERBARU

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

AmsiNews

REKOMENDASI

1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin 31 Maret 2025

Indeks Kualitas Air di 10 Provinsi Masih Buruk

Tingkatkan Ekspor, Layanan Pelabuhan Tanjung Priok 24 Jam Sehari

Jarang Terlihat di Teluk Tomini Paus Sperma Kerdil Mati Terdampar di Gorontalo

Ribuan Burung Diselundupkan ke Denpasar

Peneliti Belum Tahu Asal Paus Orca di Pelabuhan Genoa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.