Perlunya standarisasi instrumen asesmen, keterbatasan variasi kasus di beberapa wahana pendidikan, serta kebutuhan peningkatan jumlah pembimbing klinik dan sarana pembelajaran.
Selain itu, sistem logbook, monitoring pembelajaran, dan pelaporan profesionalisme mahasiswa juga menjadi bagian yang direkomendasikan untuk diperkuat dalam kurikulum baru.
Hasil evaluasi juga menghasilkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut, antara lain, penyusunan matriks keterkaitan CPL dengan aktivitas klinik dan asesmen pada setiap stase, standarisasi rubrik penilaian OSCE, Mini-CEX, DOPS, Case-Based Discussion (CBD), komunikasi, profesionalisme, patient safety, serta penyempurnaan logbook klinik.
Pengembangan wahana pendidikan melalui penambahan rumah sakit jejaring, puskesmas pendidikan, laboratorium keterampilan klinik, dan penguatan metode bedside teaching juga menjadi prioritas dalam revisi kurikulum profesi dokter Fakultas Kedokteran UNG.
Sementara itu, Tim Medical Education Unit (MEU) FK UNG, Dewi Nurindah Panai, menyampaikan materi mengenai contoh asesmen profesi dokter dan jenis-jenis asesmen dalam pendidikan profesi dokter.
Ia menjelaskan bahwa asesmen dalam pendidikan profesi dokter bukan sekadar proses pemberian nilai, melainkan mekanisme untuk memastikan mahasiswa berkembang menjadi dokter yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan yang aman bagi pasien.




