Fakultas Kedokteran UNG Pertahankan Kelulusan 100 Persen Uji Kompetensi Nasional

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) konsisten mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPPD).

Keberhasilan mahasiswa profesi dokter periode V meraih 100 persen kelulusan pada UKNPPD, sebagai capaian yang menjadi indikator penting kualitas pendidikan dokter di Indonesia.

Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi Fakultas Kedokteran UNG dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan transformasi sistem kesehatan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga medis berkualitas, capaian tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik.

Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, mengatakan bahwa keberhasilan mempertahankan kelulusan sempurna, merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak khususnya mahasiswa, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama menjalani pendidikan profesi dokter.

“Kelulusan 100 persen ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen FK UNG dalam menyiapkan dokter-dokter berkualitas yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ujar Cecy.

Menurut Cecy, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan akademik yang dilakukan secara berkelanjutan.

Fakultas Kedokteran UNG terus berupaya memberikan pendampingan yang maksimal kepada mahasiswa agar mampu menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik dan memenuhi standar kompetensi nasional yang telah ditetapkan.

Fakultas Kedokteran UNG bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menjadi salah satu fakultas kedokteran di wilayah Sulawesi, yang tetap mempertahankan pendekatan pembinaan akademik.

Dengan mengedepankan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas, mahasiswa didorong agar dapat menyelesaikan pendidikan secara optimal, tanpa menerapkan dropout bagi mahasiswa profesi dokter akibat semester berlebih.

“Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih suportif, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan kedokteran,” ujarnya.

Exit mobile version