FAO Mendukung Pendataan Perikanan Skala Kecil di Indonesia

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization, FAO) terus memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk memperkuat pendataan perikanan skala kecil. Upaya ini dilakukan mengingat karakteristik nelayan Indonesia mayoritas adalah nelayan kecil dengan sistim pencatatan hasil tangkapan yang belum terdata dengan baik.

Karena itu, FAO melalui program Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the lndonesian Seas (ISLME) memberikan dukungan peningkatan kapasitas nelayan dan pemerintah daerah serta perluasan program logbook di 6 kabupaten yaitu Indramayu, Cirebon, Lamongan, Probolingo, Pati dan Cilacap.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini terus meningkatkan jangkauan dan tingkat pemanfaaatan logbook untuk mendata hasil tangkapan nelayan.

“Setelah bertransformasi dari model logbook manual menjadi e-logbook, kami yakin kualitas pendataan hasil tangkapan ikan nelayan Indonesia akan makin baik,” kata Zulficar.

Selain faktor efisiensi, penggunaan e-logbook lebih user friendly bagi nelayan dan nakhoda kapal. Saat ini penggunaan e-logbook telah mencaai 6000 kapal dan ditargetkan akan mencapai 10.000 kapal pada akhir tahun ini.

“Dukungan FAO ini akan menambah jangkauan pengguna logbook dan berimplikasi pada perbaikan tata kelola perikanan secara langsung karena pola pemanfaatan sumberdaya ikan akan terpetakan dengan lebih baik” kata Zulficar.

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 48/Per-Men KP/2014 tentang Logbook Penangkapan Ikan, ditetapkan bawha kapal dengan ukuran diatas 5GT wajib melaporkan hasil tangkapan melalui logbook.

Selanjutnya, National Project Officer Program ISLME FAO, Dr Muh Lukman mengatakan, FAO melihat peran dan posisi strategis Indonesia dalam perikanan dunia sehingga perlu mendapat dukungan dalam perbaikan data perikanan. Program ISLME merupakan komitmen FAO untuk mendukung pengelolaan perikanan Indonesia berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Melalui kegiatan Implementation of Capture Fisheries Logbook for Coastal and Small Scale Fisheries, diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan kualitas data perikanan tangkap sehingga rencana pengelolaan perikanan bisa disusun berdasarkan data, infoormasi dan analisis yang akurat.

“Data yang akurat akan menjadi pijakan dalam pengelolaan perikanan skala kecil di Indonesia yang sejauh ini telah mengalami banyak perbaikan,” kata Lukman.

Menurut peneliti Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia Laode Gunawan Gio, pendataan logbook dengan dukungan FAO ini diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan kapasitas nelayan dan pemerintah daerah serta tingkat kepatuhan penggunaan logbook bagi nelayan.

“Kami melihat implementasi logbook ini menjadi penting sebab berguna dalam pemetaan komoditas hasil tangkapan, status per wilayah pengelolaan perikanan dan pola penangkapan secara berkala,” kata Gunawan.

Hasil data data logbook akan lebih berguna jika dianalisis dan menjadi rekomendasi implementasi kebijakan perizinan kapal, alokasi dan status sumberdaya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.*

Exit mobile version